Menu Close

Sejarah Lengkap Olahraga Lempar Lembing

Sejarah Lempar Lembing

Sejarah lempar lembing, ternyata tidak terlalu diketahui oleh masyarakat. Walaupun cabang olahraga satu ini sudah ramai sekali diperlombakan di era modern. orang hanya mengenal alat yang digunakan saat melakukan olahraga lempar lembing tersebut. Lalu, sebenarnya bagaimana asal muasal dari permainan lempar lembing?

Mengulas Sejarah Lempar Lembing

Sejarah Lempar Lembing

Lempar lembing adalah salah satu permainan dalam cabang olahraga yang memusatkan pada kekuatan lengan dan kaki. Olahraga ini menggunakan peralatan yang sangat sederhana, yakni sebuah tombak yang panjang dapat melebihi tinggi badan dari atlet.

Alat ini mengingatkan kembali saat masa peradaban manusia di masa purba. Nenek moyang, biasa menggunakan tombak ketika mereka sedang melakukan perburuan dalam mencari makan atau melawan musuh yang ada.

Tapi, saat terjadi peperangan di Indonesia, alat ini masih dimanfaatkan dalam menjaga pertahanan kedamaian bangsa Indonesia. Para pahlawan kala itu, masih belum mengenal persenjataan pistol ataupun tank yang mampu menembaki musuh dari jarak jauh.

Mereka memanfaatkan sistem gerilya atau sembunyi-sembunyi agar dapat melawan musuh dari jarak yang sangat dekat. Kekurangan dari penggunaan tombak ini, memang terletak pada jangkauannya yang tidak dapat mencapai target dalam jarak yang sangat jauh.

Kembali ke olahraga lempar lembing. Berdasarkan perdebatan yang telah dilakukan oleh sejarawan, permainan ini mengindikasikan kegiatan baru yang dilakukan oleh nenek moyang ketika berburu di hutan.

Mayoritas penggunanya, tidak lain adalah kaum lelaki. Meskipun terlihat cukup aman, pada bagian ujung tongkatnya terdapat sebuah tombak yang sangat tajam. Sehingga, dapat dikatakan cukup berbahaya jika dipakai oleh para perempuan.

Akibat kebiasaan di masa lalu tersebut, akhirnya lempar lembing beralih fungsi menjadi salah satu kegiatan berolahraga di masa modern. Jarangnya perburuan yang dilakukan oleh tombak, senapan angin lebih sering digunakan oleh para pelaku pemburu yang masih saja mencari tangkapannya di hutan.

Olahraga lempar lembing mulai dikenal pada tahun 1908 lalu mulai muncul kembali di tahun 1932. Ketika tahun 1932 lah, baru dikenalkan sebuah perlombaan olimpiade olahraga lempar lembing kategori putri. Bagi atlet kategori putra, ukuran tombak yang digunakan memiliki kisaran panjang 2,60 meter hingga 2,70 meter.

Sedangkan bobot tombaknya sendiri bisa mencapai 800 gram. Kemudian, ukuran tombak putri panjangnya sekitar 2,20 m sampai dengan 2,30 meter. Dengan bobot yang dimilikinya 600 gram.

Baca Juga: Sejarah Lengkap Olahraga Renang Gaya Bebas

Persiapan yang Dibutuhkan dalam Olahraga Lempar Lembing

Selain membutuhkan peralatan dalam memainkan sebuah permainan olahraga, dibutuhkan juga arena bermain. Tidak ketinggalan peraturannya, agar permainan dapat berlangsung dengan tertib. Pertama-tama, akan dijelaskan terlebih dahulu alat yang digunakan saat melakukan olahraga lempar lembing.

Perlombaan lempar lembing, membutuhkan sebuah lembing serta serbuk yang ditempelkan ke tangan agar tidak mudah tergelincir atau cepat basah karena keringat. Kemudian, kenakan pakaian yang dapat membuat kalian merasa nyaman selama pertandingan berlangsung. Termasuk sepatu yang dikenakan juga harus membuat pemakainya merasa nyaman.

Lembing dalam konteks permainan ini, memiliki 3 bagian yang membedakannya dengan lembing biasa. Pertama, tongkat yang dipakai berasal dari sebuah material logam yang memberikan efek rasa ringan saat diangkat.

Kedua, mata lembing serta ujung lembing yang memiliki bentuk meruncing juga dibuat dari logam. Ketiga, lilitan tali yang terdapat di lembing, berfungsi sebagai alat bantu untuk menggenggam tongkat lembing.

Selanjutnya, arena dari permainan lempar lembing. Membutuhkan beberapa poin dasar di dalamnya. Penjelasannya di bawah ini!

  1. Lintasan atau track yang digunakan memiliki panjang minimalnya 30 meter persegi. Serta maksimalnya adalah 36,5 meter persegi. Sedangkan lebarnya yaitu sebesar 4 meter
  2. Garis batas awalan membentuk sudut 30o. Sudut ini menjelaskan batasan bagian luar dan batasan bagian dalam pada sisi kanan kiri arena awal dalam melakukan tolakan lempar lembing
  3. Jarak yang digunakan dari titik ancang-ancang menuju titik tolakan hanya 8 meter. Terhitung dari bibir busur tersebut. Inilah garis tolakan akhir yang tidak boleh dilalui oleh para atlet
  4. Bentuk kerucut, digunakan sebagai arena pendaratan saat melakukan olahraga lempar lembing dengan ukuran panjangnya minimal sebesar 100 meter.

Sedangkan aturan yang harus diikuti oleh para atlet lembing, di antaranya adalah:

  • Gunakan pegangan lembing ketika menggenggam lembing
  • Hitungan skor dapat dilakukan saat mata lembing atau bagian ujungnya menusuk atau menggores tanah dalam area lemparan
  • Disebut tidak sah, jika seorang atlet kakinya menyentuh bagian lengkungan lemparan hingga 1,5 meter dari garis awal lemparan
  • Ketika melakukan tolakan lemparan, atlet tidak diperbolehkan memutar seluruh badan, hanya bagian punggungnya saja yang dihadapkan ke arena lengkung lemparan
  • Saat melempar, harus melalui atas bahu sang atlet
  • Lempar lembing ini, memiliki jumlah tolakan yang sama dengan cabang olahraga tolak peluru serta lempar cakram.

Awalan dalam melakukan lempar lembing, dimulai dari persiapan memposisikan tubuh. Bagian lengan dan kepala harus terfokus ke depan saat berlari sambil membawa tongkat lembing. Sebelum melempar, tongkat diletakkan di bagian sebelah kanan belakang.

Sambil melihat ke arah titik terjauh, barulah pemain melakukan gaya lemparan (hop cross atau step cross). Perhatikan juga bagian ujung tombak kalian agar membentuk sudut 45o yang diarahkan ke depan. Pastikan seluruh tubuh dalam posisi nyaman serta mengikuti aliran dari gerakan saat melakukan tolakan lemparan.

Sekian pembahasan mengenai sejarah lempar lembing. Bagi kalian yang tertarik untuk mencobanya, jangan lupa tetap utamakan keselamatan diri sendiri maupun orang di sekitar. Sampai jumpa dan semoga bermanfaat.