Sejarah Renang Gaya Bebas

Sejarah renang gaya bebas, sudah sangat sering kalian dapatkan informasinya saat duduk di bangku sekolah. Terutama saat memasuki mata pelajaran olahraga. Sayangnya, banyak murid yang tidak terlalu memperhatikan masalah tersebut. Mereka lebih senang jika langsung mempraktekan renang. Padahal, banyak sekali cerita menarik di dalam sejarah renang.

Cerita Unik Dibalik Sejarah Renang Gaya Bebas

Sejarah Renang Gaya Bebas

Setiap sejarah membantu masyarakat agar dapat segera keluar dari sebuah misteri dan kembali tersadar pada kenyataan. Termasuk salah satunya adalah sejarah mengenai renang gaya bebas. Perlombaan olahraga renang gaya bebas, diketahui pertama kali muncul di tahun 1844 tepatnya di kota London, Inggris.

John Arthur Trudgen, dimana dirinya berperan sebagai seorang pelatih renang, mulai menyelidiki gaya bebas. John menjadi bagian dari warga negara Amerika Serikat selama kurang lebih 20 tahun, sebelum akhirnya menetap di Inggris.

Gerakan kaki yang dikenalkan oleh John ini, memiliki ciri khas kaki dalam posisi lurus bergerak naik turun layaknya gaya perenang pada saat ini. Gaya tersebut akhirnya diberi nama dengan gaya Trudgen.

Lalu, di tahun berikutnya seorang perenang dari negara paman Sam atau Australia Richard Dick Cavill, mengembangkan gaya Trudgen tersebut. Richard akhirnya berhasil mendapatkan gelar juara pada perlombaan renang 100 yard dalam kurun waktu 58,8 detik. Dirinya, menamai gaya yang dipakai saat itu dengan sebutan gaya crawl atau gaya merangkak di dalam air.

Hingga di tahun 1905, Charles Daniel bertemu dengan perenang asal Australia yang bernama Barney Kieran. Barney dikenal dengan gaya Trudgennya. Sedangkan Charles yang berasal dari Amerika Serikat, ingin mempelajari gaya crawl.

Setelah sedikit dilakukan riset dan pengubahan sedikit gerakan dari gaya crawl, maka kalian dapat melihat gerakan yang sering dipakai oleh para perenang dalam ajang perlombaan. Gaya yang dimaksud adalah pergerakan yang dilakukan menggunakan kedua kaki yang bergerak naik turun seiring dengan pergerakan tangan yang lurus ke depan secara bergantian.

Teknik Dasar Renang Gaya Bebas yang Perlu Kalian Ketahui!

Sebelum mulai masuk ke dalam kolam renang, kalian harus mempersiapkan diri dengan melakukan sedikit pemanasan di pinggir kolam. Hal ini, dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kram secara tiba-tiba yang dapat membahayakan diri sendiri. Setelah itu, barulah kalian mengambil ancang-ancang saat akan memasuki air. Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Posisi tubuh

Perenang harus mengambil posisi yang tepat sebelum melancarkan aksi renangnya. Tubuh diposisikan tepat berada di sisi kolam renang dengan salah satu kakinya menyentuh bagian tembok kolam. Lalu, badan sedikit membungkuk disejajarkan dengan permukaan air kolam sembari meluruskan kedua tangan ke arah depan.

Hentakan atau tolakan dilakukan terhadap bagian kaki yang menyentuh tembok kolam, diikuti dengan dorongan yang sangat kuat. Saat hal tersebut dilakukan, perenang juga harus menjaga keseimbangan dirinya agar tetap berada posisi yang lurus.

Kemudian, saat kaki telah mengambang sejajar tepat dengan permukaan air, pertahankan posisi seluruh badan agar tetap lurus sembari berusaha mengatur sistem pernafasan saat meluncur. Lakukan cara yang telah disebutkan secara berulang-ulang, sambil mengatur kecepatan.

2. Pergerakan kaki

Bagi pemula perenang, kalian dapat mempelajari gerakan kaki dengan bantuan alat ataupun seorang instruktur renang. Tapi, hal ini juga dapat dilakukan secara mandiri. Caranya, biarkan badan dalam kondisi rileks supaya mudah mengambang di dalam kolam renang. Setelahnya, sambil memegang erat pegangan yang terdapat di sisi kolam, naik turunkan kaki kalian dalam posisi lurus.

Setelah mulai terbiasa, maka kalian bisa melancarkan gaya bebas yang telah dipelajari dalam kolam renang. Posisikan kaki tidak dalam kondisi menekuk ataupun tegang. Sehingga, beban yang berasal dari kaki tidak membuat badan kalian terasa berat yang pada akhirnya sering kali membuat pemula mengalami sindrom gaya batu.

3. Pergerakan tangan

Ayunkan sekuat tenaga tangan dalam posisi lurus, setelah terbiasa menggerakkan kaki kalian. Hindari menekuk tangan saat melakukan gaya bebas. Tangan sebelah kanan digunakan pertama kali saat memulai belajar meluncur.

Posisikan tepat ke bawah permukaan air sampai berada tepat di bawah badan kalian. Kemudian, saat tangan telah mencapai batas siku, maka siku kalian sedikit ditekuk sambil mengangkat tangan kembali ke permukaan air.

Tangan kiri yang pada awalnya masih berada tepat di atas permukaan air, diaplikasikan dengan cara yang sama seperti tangan kanan. Gerakan ini, hendaknya dilakukan secara berulang kali supaya dapat tersinkronisasi dengan baik.

Gerakan meluncur, dilakukan dengan posisi kedua tangan yang lurus. Dalam waktu bersamaan, tangan kanan maupun kiri dilemparkan ke arah depan yang digunakan untuk mendayung. Saat tangan sedang bekerja, maka tubuh kalian sedikit dimiringkan. Supaya kalian dapat berenang lurus ke depan, kedua tangan dimasukkan lagi ke bawah permukaan air setelah satu detik berikutnya.

Baca Juga: Sejarah Lengkap Olahraga Lempar Lembing

4. Cara mengambil udara atau mengatur pernapasan

Kalian juga harus memperhatikan proses pengambilan udara selama menggerakkan tangan dan kaki di dalam air. Oksigen yang didapatkan selama berenang, tidak semudah kita berada di daratan. Dibutuhkan teknik khusus supaya menghindari air masuk ke dalam mulut atau hidung ketika hendak mengambil udara saat berenang.

Setelah melakukan gerakan ayunan kaki sebanyak 2 hingga 4 kali, kalian sebaiknya memposisikan kepala sedikit menoleh ke belakang baik ke arah kanan ataupun kiri, sambil menghirup udara dari permukaan air. Sebaiknya, gunakan mulut saat menampung udara untuk pergerakan renang selanjutnya.

Itulah kisah yang ada di dalam sejarah renang gaya bebas. Dianjurkan bagi kalian yang tidak bisa berenang, sebaiknya didampingi oleh orang yang ahli dalam olahraga renang. Semoga bermanfaat.

About the author: Fian Lux

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *