Teknik Dasar Tolak Peluru

Teknik dasar tolak peluru, merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam cabang olahraga. Tidak hanya atlet profesional saja yang dapat mencoba olahraga ini. Pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama pun, diperbolehkan untuk memainkan olahraga tolak peluru. Selain dapat menyehatkan badan, cara memainkannya cukup mudah.

Teknik Dasar Tolak Peluru Bagi Pemula

Teknik Dasar Tolak Peluru

Sebelum membahas teknik-tekniknya, kalian perlu tahu apa pengertian dari tolak peluru itu sendiri. Tolak peluru adalah jenis olahraga yang memusatkan kekuatannya pada bagian lengan dan kaki. Cara memainkannya, yakni dengan menolak atau melempar bola yang terbuat dari logam hingga ke titik terjauh yang diukur dari titik asal kalian melakukan lemparan.

Cara Memainkan Tolak Peluru

Siapkan terlebih dahulu segala kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan olahraga tolak peluru. Mulai dari arena untuk melempar serta beberapa peralatan. Peralatan yang dimaksud diantaranya, ada bola peluru yang terbuat dari logam atau besi, peluit, bendera dan alat pengukur.

Bola yang digunakan di dalam arena outdoor, ukurannya lebih kecil dibandingkan bola di dalam indoor. Akan tetapi, bahan dasar dari pembuatan bola yang dipakai harus sama baik yang di lapangan dalam ataupun di lapangan luar. Bobot bola untuk kategori putra memiliki berat sebesar 5 kg. Kategori putri menggunakan bola berbobot 4 kg. Kemudian, kategori senior putra, bolanya mencapai berat 7,25 kg.

Teknik dari olahraga tolak peluru ini, terbilang cukup mudah. Para pemula yang pertama kali baru memainkannya tidak akan mengalami kesulitan yang berarti. Apa saja teknik tersebut?
Simak penjelasannya berikut ini!

1. Cara memegang bola peluru

Besi yang dibentuk menjadi sebuah bola dalam permainan olahraga tolak peluru, memiliki kisaran bobot dari 3 kg sampai dengan 7 kg. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemanasan terlebih dahulu sebelum melancarkan aksi kalian. Jika tidak, kemungkinan cedera yang akan kalian alami pada lengan kalian semakin besar.

Memegang sebuah bola memang terlihat sangat mudah. Namun, dalam olahraga teknik peluru ini, ada cara tertentu agar bola tidak mudah jatuh dari genggaman maupun melukai tangan kalian. Caranya adalah, bola yang telah digenggam dengan erat pada telapak tangan, diposisikan dalam keadaan jari-jari tangan yang terbuka. Kemudian, bagian telunjuk, jari tengah serta jari manis digunakan untuk menahan bola peluru.

Langkah berikutnya, kelingking diletakkan pada sisi samping bola dengan kondisi ditekuk. Jari jempol atau ibu jari, diposisikan tanpa ada perubahan untuk menahan keseimbangan bola. Lalu, ada cara lain bagi kalian yang memiliki tangan dengan ukuran kecil.

Cara memegang bolanya tidak terlalu berbeda dengan cara pada umumnya, hanya saja terdapat sedikit perbedaan. Jari-jari tangan diposisikan sedikit merapat agar tetap terdapat celah diantara jari yang satu dengan lainnya. Hal ini dilakukan, untuk menjaga kestabilan keseimbangan bola dengan tangan kecil kalian.

2. Cara memposisikan bola ke leher

Setelah mengetahui cara menggenggam bola peluru pada posisi yang menurut kalian nyaman, barulah bola diangkat sejajar mendekati leher. Direkomendasikan menggunakan tangan sebelah kanan agar tenaga yang dikeluarkan dapat maksimal. Namun, bagi orang yang kidal, sebaiknya gunakan tangan kiri.

Bola diposisikan ke bagian samping kanan leher, sesuai dengan penggunaan tangan yang digunakan untuk memegang bola. Jempol atau ibu jari diusahakan menyentuh bagian atas tulang dari bahu atau tulang selangka. Kemudian, lengan membentuk sudut segitiga siku-siku sejajar dengan bahu. Kepala sedikit dimiringkan ke bola peluru agar posisi kalian lebih seimbang.

3. Cara melempar bola ke titik yang dituju

Tujuan dari dilakukannya permainan olahraga tolak peluru ini, tidak lain adalah untuk mendaratkan bola sejauh mungkin. Cara melemparnya pun memiliki teknik tertentu. Pertama-tama, kalian harus berdiri tegak dalam kondisi senyaman mungkin menghadap ke bagian sisi samping pada lapangan. Kemudian, renggangkan sedikit kaki kalian sejajar dengan bahu.

Kedua, bagian kaki sebelah kanan diposisikan menekuk sedikit agar berat badan kalian bertumpu pada kaki bagian kanan. Tangan yang menggenggam bola, baik itu sebelah kanan maupun kiri, diletakkan sejajar dengan bahu. Tepatnya, berada pada bagian bawah tulang rahang. Posisikan siku seperti sebuah segitiga siku yang memiliki sudut sebesar 60o. Sedangkan tangan yang tidak memegang bola peluru, sedikit ditekuk sambil memposisikan diri ke arah tolakan peluru.

Setelah berhasil berdiri dengan nyaman, kaki yang berada dekat dengan titik melempar, mulai digerakkan dengan cara mengayunkannya sambil menatap titik tujuan. Lalu, pinggang kalian harus sedikit memutar dengan posisi tubuh yang condong ke arah depan lapangan.

Saat melakukan tolakan peluru, posisi kaki kiri berada lurus di belakang dan kaki kanan dijadikan sebagai penggerak. Bola dilempar dengan memusatkan kekuatan pada tangan yang memegang bola dibantu dengan kaki kanan yang memberikan tenaga tambahan agar peluru mencapai titik terjauhnya.

Baca Juga: Teknik Lari jarak Menengah

Sudut yang dimiliki saat melempar bola, yakni 40o mengarah ke atas lapangan. Setelah usai melakukan gerakan tolakan, kaki kanan kembali menyentuh tanah dengan posisi sedikit ditekuk. Lalu, badan kalian harus menghadap ke depan sambil memperhatikan posisi jatuhnya bola.

Setelah memahami cara melakukan tolakan peluru, ada beberapa gaya yang dapat kalian aplikasikan ke dalam permainan olahraga ini. Gaya ini memudahkan kalian dalam mendapatkan posisi paling ternyaman sebelum melakukan tolakan. Check this out!

  • Glide atau sering kali dikenal dengan cara meluncur
  • Spin, yang berarti memutar
  • Klasik, gaya tertua di dalam sejarah tolak peluru yang memposisikan diri ke samping

Nah.. itulah beberapa teknik dasar tolak peluru buat kalian yang ingin memainkan olahraga tolak peluru. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di pembahasan menarik lainnya. Bye!

About the author: Fian Lux

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *